Kisah Nabi Yusuf A.S

Allah SWT berfirman:

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahuinya. ” (QS. Yusuf: 3)

Yusuf adalah anak kesayangan Ya’kub. Mereka tinggal di Israil, Palestin. Dia paling tampan diantara saudara-saudaranya. Juga paling patuh. Sewaktu kecil, ia bermimpi sebelas bintang, bulan dan matahari bersujud kepadanya. Ya’kub melarang Yusuf menceritakan mimpi itu pada saudaranya, yang berjumlah 10 orang.

“(Ingatlah), Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: ‘Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”‘ (QS. Yusuf: 4)

“Ayahnya berkata: ‘Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.'” (QS. Yusuf: 5)

Rasa sayang Ya’kub pada Yusuf dan Bunyamin (keduanya anak Rahiel) membuat iri saudaranya. Mereka berkomplot mencelakakan Yusuf.
Sebagian ingin membunuh, sebagian lagi ingin membuang jauh, sedangkan Yahudza (salah seorang saudaranya) mengusulkan agar adiknya itu dibuang ke sumur.

Dengan begitu ia akan diselamatkan dan dibawa musafir yang selalu singgah ke sumur-sumur dalam perjalanannya. Sepuluh saudara itu mendesak ayahnya untuk mengizinkan mereka mengajak Yusuf pergi.
Bunyamin yang masih kecil ditinggalkan di rumah. Mereka lalu melaksanakan niatnya. Mereka meninggalkan Yusuf dalam sumur, mengambil bajunya untuk dilumuri darah domba. Pada ayahnya, mereka menyebut Yusuf diterkam binatang liar.

“Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan pernah percaya kami, walaupun kami adalah orang-orang yang benar. ” (QS. Yusuf: 17)
“Setelah kembalinya kita dari adu lari, kita dikagetkan ketika melihat Yusuf telah berada di perut serigala. Kita tidak menemukan Yusuf. Mungkin engkau tidak percaya kepada kami meskipun kami jujur, tetapi kami menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi. Kita tidak berbohong kepadamu. Sungguh Yusuf telah dimakan oleh serigala. Inilah pakaian Yusuf. Kita menemukan pakaian Yusuf berlumuran darah sedangkan Yusuf tidak kita temukan:

“Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. ” (QS. Yusuf: 18)

Ya’kub tahu kebohongan itu, tapi tak dapat berbuat apapun. Ia lalu tenggelam dalam kesedihan panjang. Yusuf mendekam dalam sumur yang amat dalam dan sedikit airnya. Tak lama kemudian, para musafir datang hendak mengambil air ke sumur itu. Yusuf pun kemudian diselamatkan musafir yang menuju Mesir. Pada masa itu, hampir di setiap kota besar selalu terdapat pasar untuk menjual manusia sebagai budak.

Yusuf pun dijual sebagai budak dengan harga mahal. Ia dibeli oleh menteri kerajaan bernama Qitfir. Yusuf tumbuh sebagai pemuda berakhlak terpuji: sabar, rajin, teguh, cerdas, sopan dan shaleh. Karena ketanpanan dan pesona akhlaknya, istri Qitfir, Zulaikha, menggodanya. Yusuf yang sangat beriman kepada Allah, menolak hingga bajunya sobek.

Kejadian itu kemudian diketahui oleh sang raja. Sayangnya, Zulaikha merubah fakta. Bahkan dia menfitnah Yusuf yang berbuat tidak pantas kepadanya. Tapi, melihat sobekan baju di belakang, kerabat Zulaikha tahu bahwa perempuan itulah yang salah. Pergunjingan meluas.

Zulaikha mencoba menepisnya dengan mengundang para wanita terhormat di masyarakat itu, memberi masing-masing mereka pisau pengupas buah, dan meminta Yusuf keluar menemui mereka.

Begitu tercengang mereka melihat ketanpanan dan keanggunan Yusuf, hingga tanpa terasa tangannya teriris pisau. Namun untuk menjaga nama baik keluarga Qitfir, Yusuf tetap dijebloskan di penjara. Hal yang juga disyukuri Yusuf karena kini ia manusia merdeka. Bukan lagi budak.

Allah memberikan mukjizat kepada nabi yusuf a.s. berupa kemampuan menafsirkan atau mengartikan mimpi. Di penjara, Yusuf mentakwil mimpi dua orang tahanan. “Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi nabi) dan di ajarakan-Nya kepadamu sebagian dari tabir mimpi-mimpi.” (QS. Yusuf: 6) Menurut takwil itu, seorang akan dibebaskan dan akan kembali melayani raja. Seorang lagi, mantan bendaharawan kerajaan, akan dihukum mati. Takwil Yusuf ternyata benar. Kemampuannya itu tersiar, ia diminta menakwil mimpi Raja bahwa “tujuh lembu kurus akan memakan tujuh lembu gemuk”.

Yusuf menjelaskan arti atau tafsir mimpi itu, bahwa akan datang masa subur dengan makanan berlimpah ruah selama 7 tahun, setelah itu tiba masa kemarau sepanjang 7 tahun pula. Lantaran tafsirnya, Raja mengangkat Yusuf untuk menjadi menteri urusan pangan dan ekonomi (atau sebagai bendaharawan Negara).

Ketika masa subur tiba, Kerajaan Mesir meminta rakyatnya menyimpan gandum, kurma dan makanan lain sebanyak-banyaknya untuk masa paceklik mendatang. Berkat kerja Yusuf, kerajaan Mesir tetap berkecukupan pangan di saat kemarau panjang itu tiba.

Penduduk kelaparan dari berbagai daerah lain berdatangan ke Mesir untuk membeli pangan dengan sisa kekayaan mereka. Tak terkecuali anak-anak Ya’kub yang dulu mencelakakan Yusuf. Mereka tak lagi mengenali Yusuf. Mereka dibolehkan kembali ke Mesir asal membawa adiknya yang tertinggal, Bunyamin.

Pada Bunyamin-lah Yusuf mengenalkan siapa dirinya. Ia kemudian membawa Ya’kub dan seluruh keluarganya pindah dari Babilonia ke Mesir. Yusuf kemudian memafkan semua saudaranya. Dia tidak pernah dendam kepada mereka.

Selanjutnya setiap anak nabi Ya’kub memiliki suku masing-masing. Dengan demikian mereka kemudian terpisah menjadi 12 suku keturunan Bani Israil.

Mimpinya sewaktu kecil kini terbukti. Ia malah diangkat menjadi raja menggantikan raja terdahulu. Kemudian dia menikah dengan Siti Zulaikha.

Masyarakat tradisional lebih mengenal Yusuf sebagai simbol ketampanan. Banyak perempuan hamil membaca surat Yusuf dalam Quran agar anak yang dikandungnya kelak akan tampan bagai Yusuf atau cantik.

Padahal Yusuf tak sekadar tampan. Ia rasul pertama yang memimpin negara. Lebih dari itu, ia berhasil mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s